Board of Expert

Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid Ph.D

Profesor Daniel adalah Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya. Sejak 2005, membidani PT Teknologi Kapal Kayu Indonesia (TKKI), sebuah perusahaan perencanaan dan pembuatan kapal-kapal kecil. TKKI memiliki galangan kapal kayu di Probolinggo dan fokus pada ekspor pasar Eropa bekerja sama dengan Francois Vivier, Inc.

Ia aktif sebagai Member of the Royal Institution of Naval Architects (MRINA), dan aktif mengembangkan minat di bidang Small Craft Technology (teknologi kapal kecil).

Bekerja bersama seorang antropolog Inggris, Roger Michael Johnson, Profesor Daniel mengembangkan beberapa rancangan kapal kayu layar bermotor untuk perikanan dan dipakai oleh the Mercy Relief Singapore guna bantuan 10 unit kapal ikan 17 meter bagi nelayan Aceh, serta kapal penumpang cepat berkapasitas 70 penumpang dari jenis Long and Narrow Trimaran untuk mengatasi alienasi pulau-pulau terpencil, terutama saat musim Barat di Karimunjawa atau musim Utara di Natuna.

Suryo AB

Suryo dikenal sebagai analis geopolitik. Kompetensinya dapat dilihat dari pendidikan yang ia enyam, yakni S1 Universitas Nasional Jurusan Hubungan Internasional, S2 Université Paris 8 Sorbonne Institute Francais Geopolitique, dan S3 Université Paris 8 Sorbonne Institute Francais Geopolitique.

Mengabdi sebagai Dosen FISIP Hubungan Internasional Universitas Nasional, Penerima Penghargaan Garuda Emas dari Negara sebagai Tokoh yang menyebarkan & Menyosialisasikan Budaya Indonesia di Eropa Barat tersebut juga analis geopolitik dan Direktur Pelatihan & Konsultasi Pusat Studi Sosial & Politik Indonesia (Puspol).

Ia Trainer & Motivator Wise Mind-Mindset Management, Master Trainer MHMMD (Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan), serta Pengasuh AkoeIndonesia.com.

Suryo juga founder Gen-M (Generasi Maritim), Waketum Bidang Geopolitik APMI (Asosiasi Pengusaha Maritim Indonesia), dan MPP (Majelis Pengurus Pusat) ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Departemen Intelektual, Kaderisasi, & Kecendekiawanan.

Kolonel Laut  (KH) Kresno Buntoro, S.H., L.L.M., Ph.D

Kresno Buntoro mengawali karier sebagai Perwira TNI Angkatan Laut pada 1989 dan kini menjabat Sekretaris Dinas Hukum Angkatan Laut.

Pendidikan S1 Jurusan Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ia selesaikan pada 1991. Penerima the British Achievening Awards ini lantas menyelesaikan pendidikan S2 di University of Nottingham United Kingdom tahun 1995 pada Program Studi Public International Law.

Kresno lalu mendapat the Australian Leadership Awards (ALA) saat menyelesaikan S3 di University of Wollongong Australia tahun 2010 pada Program Studi Ocean and Trans-National Security.

Berbagai kursus dan pelatihan mengenai hukum internasional, hukum laut internasional, keamanan maritim, hukum humaniter dan HAM, baik di dalam maupun di luar negeri telah ia ikuti.

Kresno aktif sebagai pembicara di berbagai pertemuan, baik tingkat nasional maupun internasional. Ia merupakan Arbitrator dan Konsiliator hukum laut di PBB sejak 2001, juga Delegasi RI pada sidang IMO, ICAO, UN ODC, dan UNHCR, serta pertemuan bilateral maupun multilateral, baik pertemuan antara Indonesia dengan negara lain, atau pun pertemuan antar-TNI/TNI Angkatan Laut.

Ia pengajar dan penguji S1, S2, dan S3 di berbagai universitas dan lembaga pendidikan kedinasan TNI, antara lain UNHAN Indonesia, Universitas Jayabaya, Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, dan Universitas Esa Unggul.

Ika Prasetyawan

Previously working as senior consultant at the “Indonesian Hydrodynamic Laboratory”, he has a combined working span more than 20 years in Maritime industry as design appraisal engineers, offshore installation surveyor, independent consultant, model test engineer and educational lecturer.

Ika Prasetyawan is currently working for Lloyd’s Register Asia as Naval Architect and subject matter expert in the area of mooring system and hydrodynamics of offshore units.

Member of the Royal Institution of Naval Architects, he has been involving in prominent floating unit development in Asia, one of which is the SHELL FPS Gumusut considered as the first deep water facility in the region.

In the first years of his first career, he was actively involved in the Indonesia’s first motor-sail assisted cargo vessel Maruta Jaya developed by the Agency of Assessment and Application of Technology, before being transferred to Surabaya later as head of towing tank division at the Indonesian Hydrodynamic Laboratory.

In 2007, he receive  research grant from the Minister of Research and Technology, Indonesia, for the development of design of a multi-purpose modular self-propeller barge.

During 2003 until 2008 he volunteered to become lecturer at the Sepuluh Nopember Institute of Technology and  Surabaya Shipbuilding State Polytechnic giving lectures in the field of hydrodynamics, ship motion, and propeller design.

In 2008 he moved to Kuala Lumpur working with engineering team of Lloyd’s Register Asia Region.

Educational background: Ph.D. Hydrodynamics University of Newcastle upon Tyne UK (2003); M.Sc. Marine Technology University of Newcastle upon Tyne UK (1994); B.Sc. Naval Architect Sepuluh Nopember Institute of Technology Surabaya (1988).