Kuliah Umum UPN Veteran Yogyakarta, Letkol Laut (P) Salim Paparkan Indonesia Maritime Supremacy

letkol-laut-p-salim
KULIAH UMUM – Staf Asops Panglima TNI, Letkol Laut (P) Salim, menjadi narasumber utama dalam Kuliah Umum Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Yogyakarta bertema ‘Kebangkitan Maritim Indonesia’, Senin (5/12/2016). (Foto: Haris Sunarmo)

Yogyakarta, MARITIME OBSERVER ** Staf Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Letkol Laut (P) Salim, menjadi narasumber utama dalam Kuliah Umum Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Yogyakarta bertema ‘Kebangkitan Maritim Indonesia’ di Ruang Seminar FISIP UPN Veteran Yogyakarta, Senin (5/12/2016).

Pada forum yang dihadiri ratusan mahasiswa dan akademisi tersebut, Salim menjelaskan pentingnya Indonesia Maritime Supremacy atau bisa juga disebut dengan Indonesia Maritime Power. Bukan kali ini saja penulis buku Kodrat Maritim Nusantara itu berceramah di depan civitas akademika. Selama itu, ia tetap konsisten berkontribusi pikir pada isu kemaritiman.

“Empat hal penting yang membentuk Indonesia Maritime Supremacy adalah Maritime Fundamental, Government Character, National Character, dan Maritime Elements. Semua itu didukung penuh oleh scientific and technology, juga ketaatan pada Pancasila dan UUD 45,” ujar mantan Komandan KRI Untung Suropati ini.

Maritime Fundamental terdiri dari sumberdaya (resources), geografi, dan demografi. Government Character adalah kebijakan (policy), political will, dan diplomasi maritim (maritime diplomacy). National Character terdiri dari budaya, pendidikan, dan maritime community. Sementara Maritime Elements yang dimaksud adalah fighting instruments, bases (port), fleet trade, fisheries, tourism, dan maritime agency.

“Meski akan menjumpai banyak masalah, saya yakin, dalam jangka waktu 20-30 tahun ke depan, Indonesia akan mampu berubah menjadi negara maju. Apalagi Presiden Joko Widodo telah mulai membangun optimisme negara dengan mendorong kemajuan sektor maritim melalui visi Poros Maritim Dunia,” tutur Salim.

Ocean Leadership

Lebih lanjut, UN Official Visitor for UNIFIL Lebanon 2016 itu menandaskan pentingnya Ocean Leadership untuk memimpin Indonesia yang berkodrat maritim.

“Nakhoda yang tepat untuk bangsa ini adalah seseorang yang memiliki Ocean Leadership cerdas dan berwawasan global; mengerti akan jatidiri bangsa. Seseorang yang memiliki kepemimpinan jiwa bahari yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” ucap Salim.

Dalam Ocean Leadership, tidak ada pemisahan antara kebijakan maritim nasional, doktrin maritim nasional, strategi maritim nasional, strategi keamanan maritim nasional, strategi pertahanan maritim nasional, dan strategi militer yang berbasis maritim.

“Perlu menyamakan persepsi dan langkah-langkah pencapain visi di semua kementerian maupun lembaga, baik sipil maupun militer,” katanya.

Ia menambahkan, diperlukan sinergitas seluruh rakyat dan pemerintah untuk menyadari kembali bahwa kodrat bangsa adalah bangsa bahari.

“Kejayaan bangsa akan tercapai bila mampu memanfaatkan laut untuk kepentingan dan kemakmuran bersama,” pungkas Salim.

Acara selesai pada tengah hari, setelah sesi dialog yang membahas banyak isu kemaritiman, mulai dari diplomasi kemaritiman, kekuatan TNI Angkatan Laut, hingga isu keamanan laut. Tak lupa, Letkol Laut (P) Salim pun membagi-bagikan buku sebagai suvenir dan referensi perjuangan kemaritiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *