Berwisata ke Kapal Dewaruci, Edukasi Bahari Ala ASA Edu Project

Anak-anak para penghuni Tambak Lorok berkunjung ke Kapal Dewaruci bersama kakak-kakak relawan ASA Edu Project. (Foto: ASA Edu Project)
Anak-anak para penghuni Tambak Lorok berkunjung ke Kapal Dewaruci bersama kakak-kakak relawan ASA Edu Project. (Foto: ASA Edu Project)

Semarang, MARITIME OBSERVER ** Pada 8 Maret 2014, Anwar, seorang mahasiswa Jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perairan UNDIP, mendirikan Asa Edu Project. Bergerak di bidang pendidikan, komunitas ini melakukan edukasi wawasan kelautan dan perikanan.

Selain itu, mereka memberdayakan masyarakat pesisir menjadi mandiri, cerdas, dan kreatif, serta berkontribusi melestarikan potensi wilayah pesisir.

Beberapa program kerja mereka di antaranya Pesisir Cerdas, Pesisir Sehat, serta Pesisir Kreatif. Pesisir Cerdas difokuskan pada pendidikan anak-anak Tambak Lorok.

“Dalam Program kerja ini terdapat tiga kegiatan, yaitu Kelas Cerita yang merupakan kegiatan di mana anak-anak diajak untuk berani tampil di hadapan teman-temannya, sebagai latihan public speaking,” ujar Ketua Asa Edu Project, Hendra Wiguna, Minggu (2/10/2016), saat bersama anak-anak usia dini berkunjung ke Kapal Dewa Ruci yang sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Mas.

Selanjutnya, Kelas Inspirasi mempertemukan anak-anak dengan para profesional berpengalaman. Sementara Kelas Pengetahuan umum memberi anak-anak wawasan tentang ilmu pengetahuan seputar dunia perikanan dan kelautan.

Program Pesisir Sehat, terang Hendra, difokuskan kepada lingkungan dengan obyek semua warga Tambak Lorok. Program kerja terdiri dari Pungut Sampah, Senam, Praktik Cuci Tangan, dan Kampanye Gerakan Makan Ikan.

“Sedangkan Pesisir Kreatif difokuskan kepada olahan industri rumahan dengan obyek semua warga Tambak Lorok,” ucapnya.

Wisata Bahari

Pada Hari Minggu lalu, anak-anak Tambak Lorok berkunjung ke Kapal Dewaruci bersama kakak-kakak relawan ASA Edu Project.

“Begitu antusiasnya, anak-anak tersebut rela berjalan kaki dari Tambak Lorok menuju Pelabuhan ditemani kakak-kakak relawan, dengan perjalanan waktu selama 30 menit, dan tidak tampak raut ekspresi lelah dari mereka. Begitu sampai di Pelabuhan, anak-anak diarahkan menuju Kapal Dewaruci,” kata Hendra.

Di dalam kapal, anak-anak diberi penjelasan oleh salah satu kapten kapal mengenai Kapal Dewaruci, apa saja kegiatan para awak, dan sudah pernah ke mana saja kapal tersebut melakukan perjalanan sejak pertama kali dibuat.

Anak-anak pun terlihat bersemangat. Beberapa di antara mereka terlihat tertarik untuk mengikuti jejak langkah para awak kapal untuk menjadi TNI AL ketika mereka besar nanti.

Usai penjelasan, anak-anak diajak berkeliling ke dalam Kapal Dewaruci, untuk lebih mengerti mengenai kapal kebanggaan Indonesia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *