Maritime Talk, Himaspal UNDIP Bakal Bedah Buku My Fish My Life

Gedung Dekanat Fakultas Teknik UNDIP. (Foto: Twitter @MABA_UNDIP)
Gedung Dekanat Fakultas Teknik UNDIP. (Foto: Twitter @MABA_UNDIP)

Semarang, MAROBS ** Sabtu (27/8/2016), Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro (Himaspal UNDIP) bakal menggelar Bedah Buku My Fish My Life: Ketahanan Pangan dari Laut, Sea Power Perspective, karya Letkol Laut (P) Salim, di Aula Dekanat Fakultas Teknik UNDIP.

“Acara ini bertajuk Maritime Talk, bekerja sama dengan media maritim nasional, Maritime Observer, serta Official Management Letkol Laut (P) Salim, Raja Samudera. Dengan panelis yang  sudah tidak asing lagi, yaitu Staf Ahli Utama Kepresidenan Bidang Maritim, Riza Damanik,” ujar Kahim Himaspal, Arif Rachman, Jumat (19/8/2016), di Kampus UNDIP.

Mahasiswa Perkapalan UNDIP angkatan 2014 tersebut menuturkan, buku My Fish My Life membahas dan membuka pemikiran rakyat Indonesia tentang potensi laut yang luar biasa besar.

“Perwira TNI AL ini memberikan suatu catatan dan pendapat perspektif terhadap kemaritiman nasional, pertahanan, ekonomi politik Indonesia, dilihat dari sudut pandang kelautan,” kata Arif Rachman

Hal itu, sambungnya, tentu saja sangat baik, melihat banyak orang yang belum sadar bahwa Indonesia dapat maju apabila potensi laut mampu di kelola dengan baik dan maksimal. Selain itu, sesuai dengan program Presiden Joko Widodo lewat visi pembangunannya Nawacita, yaitu indonesia sebagai Poros Maritim, tentu saja amat sangat perlu diwujudkan bersama.

“Banyak hal yang perlu kita kembangkan bersama, di antara nya dalam hal pertahanan laut, demi memberantas illegal fishing yang kerap dilakukan oleh negara asing, dan untuk menjaga batas teritorial perairan kita. Indonesia perlu menciptakan kapal-kapal dengan pertahanan yang mumpuni dan memiliki nilai ekonomis yang baik, demi terciptanya kemanan teritorial Indonesia,” terang Kahim.

Ketahanan Pangan dari Laut

My Fish My Life, lanjutnya, membahas potensi nilai ekonomi yang dapat dihasilkan dari laut Indonesia.

“Bayangkan saja, kekayaan laut per tahun kita sama dengan 7 kali lipat APBN negara kita. Tentu hal ini menjadikan kita berpikir ulang, bahwasanya memang benar bahwa di zaman dulu, pada zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, kita mampu Berjaya. Jalasveva Jayamahe,” ungkap Arif.

Namun, melihat pembangunan Indonesia semenjak zaman kemerdekaan hingga kini, menurutnya, seolah menjauhkan rakyat dari peradaban laut menuju peradaban darat.

“Indonesia dengan 70 persen wilayahnya merupakan perairan, di mana banyak sekali potensi yang tersimpan di dalamnya. Di antara nya potensi perikanan, pariwisata, terumbu karang, kekayaan bahari, transportasi laut, minyak bumi, dan potensi laut lainnya yang banyak orang belum sadar akan hal ini,” pungkas Kahim Himaspal.

One Comment

  1. Assalamu’alaikum wr.wb
    Admin,perkenalkan saya nuri dari Undip Semarang.
    Mau nanya
    Kalau misalnya mau beli buku “My Fish My Life” caranya bagaimana ya?
    Terimakasih

Comments are closed.