Sukses Rehabilitasi, Saatnya Hutan Mangrove Pasar Banggi Rembang Sejahterakan Warga

WEFIE - Sejumlah anak muda berfoto riang di Hutan mangrove Pasar Banggi Rembang. (Foto: tavthree.wordpress.com)
WEFIE – Sejumlah anak muda berfoto riang di Hutan mangrove Pasar Banggi Rembang. (Foto: tavthree.wordpress.com)

Kota Solo, MAROBS ** Praktisi promosi daerah, Albicia Hamzah, berpandangan, keberhasilan rehabilitasi mangrove di Desa Pasar Banggi Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang dapat lebih dikembangkan menjadi sektor penting perekonomian warga.

“Tidak mustahil, jika semangat menjaga alam selalu dijaga dan diakomodasi, ke depan hutan mangrove tidak lagi berkutat pada aspek penyelamatan, tapi sudah menjadi kebanggaan dan kekayaan yang menyejahterakan,” ujarnya, Rabu (23/2/2016), di Purwosari, Kota Solo.

Menurutnya, sumber berbagai persoalan lingkungan hidup, tidak terkecuali hutan mangrove, disebabkan oleh berbagai kebijakan yang tidak memihak kepentingan mayoritas rakyat (majority of people) dan perlindungan daya dukung ekosistem.

Ia mencontohkan perusakan, pencemaran, dan pengurasan sumberdaya alam, bahkan terabaikannya potensi dan kepentingan masyarakat adat maupun masyarakat setempat dalam memanfaatkan potensi dan pemberdayaan keberadaan hutan mangrove untuk keperluan hidup yang kurang ditangani maksimal oleh pemegang kebijakan.

“Pelaksanaan kebijakan melalui proses penegakan hukum tidak berjalan, karena aparatur hukum kalah wibawa, sehingga sulit menembus obyek penegakan hukum yang notabene bagian dari kekuasaan. Praktik demikian terlestari dan berlangsung selama berpuluh-puluh tahun, karena elemen-elemen negara yang seharusnya berfungsi melakukan check and balance tidak berjalan,” papar pria kelahiran Wonogiri tersebut.

Praktisi promosi daerah Albicia Hamzah. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Praktisi promosi daerah Albicia Hamzah. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Keberhasilan rehabilitasi mangrove Pasar Banggi, sambungnya, membuka mata banyak pihak akan potensi Kabupaten Rembang.

“Ketekunan ini menyadarkan kita bersama, ternyata masih ada dan semangat anak manusia seperti Bapak Suyadi yang telah memberikan kontribusi tak ternilai untuk membangun optimisme masa depan Indonesia,” tandas Albi.

Hutan mangrove Pasar Banggi Rembang, tambahnya, telah memberikan perspektif lain tentang bagaimana sebuah perjuangan dan iktikad penyelamatan sekelompok masyarakat terhadap eksistensi mangrove, serta memberikan inspirasi, sekaligus harapan, terhadap potensi kekayaan alam Indonesia yang harus dan wajib diselamatkan untuk keberlangsungan masa depan generasi.

Peran Pemimpin Informal

Sebelumnya, peneliti senior Universitas Jember (UNEJ), Puwowibowo, menuturkan hasil risetnya tentang rehabilitasi hutan mangrove Pasar Banggi Rembang kepada Maritime Observer. Menurutnya, pemimpin informal berperan signifikan untuk menggerakkan masyarakat, bahu-membahu merehabilitasi mangrove.

Purwo mengisahkan peran Suyadi, seorang mantan anggota TNI yang pernah turut dalam misi penumpasan Gerakan PRRI di Sumatera Barat. Ia pahlawan, inisiator, dan teladan rehabilitasi mangrove.

Selama lebih dari lima dekade, Suyadi intens dalam rehabilitasi mangrove yang ia prakarsai. Ketika itu, Suyadi berpendapat, mangrove dapat melindungi tanggul tambak tempat ia dan sebagian besar warga melakukan budidaya ikan dan bandeng saat musim hujan serta garam saat kemarau.

Sekian waktu tak berhasil pada awal program, Suyadi terus konsisten melakukannya. Hingga pada titik ke sekian, ia berhasil mengembangkan komunitas dan terbentuklah Kelompok Tani Peduli Mangrove.

Fantastis. Upaya Suyadi pun berhasil. Kini, Anda dapat menjadi saksi hidup keberhasilan Suyadi merehabilitasi mangrove di Desa Pasar Banggi. Sabuk hijau itu membentang hingga 3,5 kilometer dengan ketebalan antara 65-150 meter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *