Sasar Ikan dan Kedelai, Terminal Teluk Lamong Kembangkan Ekspor-Impor

Penandatanganan MoU PT Terminal Teluk Lamong dan PT Surveyor Indonesia. (Foto: Humas Pelindo III)
Penandatanganan MoU PT Terminal Teluk Lamong dan PT Surveyor Indonesia. (Foto: Humas Pelindo III)

Surabaya, MAROBS ** Jumlah impor kedelai dan ekspor ikan yang terus meningkat, ditangkap PT Terminal Teluk Lamong sebagai peluang besar. Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III tersebut bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia untuk mengembangkan bisnis ekspor-impor.

“Diperkirakan, Terminal Teluk Lamong berpotensi mendapatkan 100 call per bulan dengan bekerja sama Surveyor Indonesia serta mempermudah akses kapal yang akan mengirim kedelai dan ikan dari dan ke Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, Prasetyadi, Selasa (15/3/2016).

Ia memaparkan, kedalaman alur dermaga internasional yang mencapai -16 meter LWS serta kemampuan Ship to Shore twin lift yang mampu mengangkat dua kontainer berukuran 20 feet sekaligus, menarik minat kapal-kapal internasional bermuatan besar untuk datang.

“Keamanan barang di lapangan penumpukan pun terjamin dengan adanya Automated Stacking Crane (ASC) yang beroperasi secara otomatis. Untuk pengoperasian curah kering, Grab Ship Unloader berkapasitas 2000 ton per jam menjadi daya tarik tersendiri sehingga dapat mempercepat proses operasional,” jelas Prasetyadi.

Menurutnya, kecanggihan, kecepatan, serta ketepatan yang dimiliki PT Terminal Teluk Lamong merupakan potensi besar yang dimiliki Pelindo III dalam meningkatkan proses pelayanan kepada pengguna jasa. Kenyamanan dan keamanan pun terjamin dengan alat serba-modern yang dimiliki, sehingga Indonesia patut berbangga memiliki ikon pelabuhan baru bertaraf internasional.

“Fasilitas serta kecanggihan peralatan yang dimiliki membuat Terminal serba canggih tersebut dipercaya untuk menangani potensi besar dunia logistik di Indonesia,” tandas Prasetyadi.

Terus Meningkat

Menurut perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Januari-Agustus 2015, jumlah impor kedelai ke Indonesia mencapai 1.525.748 ton. Pada 2016, impor kedelai diperkirakan naik hingga 5 persen.

Sementara nilai ekspor pada sektor perikanan, BPS mencatat kenaikan pendapatan yang signifikan. Pada 2013, ekspor perikanan Indonesia mencapai US$2,86 miliar dan meningkat menjadi US$3,1 miliar pada 2014 dan menembus angka US$906,77 miliar pada kuartal I 2015.

Berdasarkan data tersebut, Terminal Teluk Lamong memiliki potensi besar untuk memperoleh pasar.

“Kami memanfaatkan fasilitas yang dimiliki untuk melakukan hal yang berarti bagi negeri. Bersama PT Surveyor Indonesia, Terminal Teluk Lamong akan mengembangkan bisnis di bidang impor kedelai dan ekspor ikan yang akan dikirim dari berbagai negara ke Indonesia, khususnya Jawa Timur,” ucap Prasetyadi.

PT Terminal Teluk Lamong merupakan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak. Dilengkapi peralatan semi-otomatis berbasis ramah lingkungan, perusahaan ini dijadikan sebagai solusi terbaik pemecah kepadatan dan pemercepat proses penyebaran arus barang, khususnya dari dan ke wilayah Kawasan Timur Indonesia.

PT Terminal Teluk Lamong melayani jasa bongkar muat peti kemas dan curah kering. Dengan tersedianya peralatan modern, Terminal Teluk lamong mampu menggerakkan serta mendorong perekonomian di Indonesia.