Samakan Persepsi Tindak Illegal Fishing di Perbatasan, TNI AL dan RAN Gelar Latihan Bersama

TNI AL dalam Latma Cassoex-16. (Foto: Pen Armatim)
TNI AL dalam Latma Cassoex-16. (Foto: Pen Armatim)

Darwin, MAROBS ** Untuk menyamakan persepsi dan tindakan penanganan pelanggaran hukum di laut, khususnya illegal fishing, Kapal Perang TNI Angkatan Laut dan Kapal Perang Royal Australia Navy (RAN) menggelar latihan manuver lapangan (Manlap), Selasa-Kamis (22-24/3/2016) di perairan Laut Darwin, Australia.

Angkatan laut kedua negara tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Latihan Bersama Latma (Latma) Cassowary Exercise-16 (Cassoex-16) tahun 2016.

“Wilayah perbatasan perairan laut Indonesia dan Autralia merupakan tanggung jawab kedua negara. Latma dapat menjadi pedoman bagi aparat pelaksana di lapangan. Dengan demikian akan dapat dicegah terjadinya kesalahpahaman yang dapat mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara,” ujar Kadispenarmatim, Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman.

Manlap Latma Cassoex-16 melibatkan empat unsur kapal perang, yakni KRI Sampari-628, KRI Layang-635, HMAS Wolongong, dan HMAS Launceston.

Latihan yang dilakukan antara lain pertukaran personel melalui darat (Personel Transfer), pengecekan jaring komunikasi (Commscheck), keluar wilayah pelabuhan (Form Departure and Photoex), dan latihan isyarat bendera.

Selain itu, digelar latihan pengeplotan peta (Ploting Exercise), latihan pembekalan di laut Replenishment at Sea (RAS), PXP Transfer menggunakan RHIB (Boat Transfer Returning), Latihan Manuver Taktis dengan gerakan (OOW Mans), dan latihan Publikasi (Publication Exercise), serta latihan Taktis tanpa gerakan (OOW Tacmans).

Latihan bersama berlanjut dengan latihan pemeriksaan kapal menggunakan RHIB (Boarding Exercise), Night Steaming in Company (NSIC), PXP Transfer menggunakan RHIB (Boat Transfering), latihan penembakan meriam kaliber 57 mm dan 20 mm dengan sasaran Tomato Killer oleh masing-masing kapal (Small Arms Firing).

“Pelaksanaan Latihan diawasi langsung oleh Komandan KRI Layang-635 Mayor Laut (P) Nopriadi,” tutur Letkol Maman.

Mutual Understanding

Komandan KRI Sampari-628, Letkol Laut (P) Irwan Sobhrin, selaku Commander of Task Group (CTG) yang juga membawahi unsur-unsur RAN, memimpin pelaksanaan latihan manuver lapangan dari anjungan KRI Sampari-628.

“Tujuan latihan ini untuk mempererat hubungan dan kerja sama yang saling menguntungkan antara TNI AL dan RAN,” ucap Letkol Irwan.

Selain itu, sambungnya, melatih prosedur koordinasi dan kerja sama taktis dalam patroli bersama-terkoordinasi dan meningkatkan profesionalisme prajurit antara Angkatan Laut kedua negara.

Usai Latma Cassoex-16 tahun 2016, akan dilanjutkan dengan kegiatan Corpat Ausindo 16 yang bertujuan meningkatkan mutual understanding dalam kerja sama patroli laut serta interoperability antara unsur laut dan udara dari kedua belah pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *