Menteri ESDM: Energi Baru Terbarukan Manifestasi Nyata Keberdikarian

Menteri ESDM Sudirman Said. (Foto: Sekretariat Kabinet)
Menteri ESDM Sudirman Said. (Foto: Sekretariat Kabinet)

Bandung, MAROBS ** Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, menegaskan bahwa Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah manifestasi nyata keberdikarian. Menurutnya, EBT berperan dalam membuka peradaban, serta mendorong ekonomi, kesehatan, pendidikan, bahkan ketahanan.

“Pertama dan yang utama, kita harus mulai semakin mandiri, berdikari. Dan EBT adalah manifestasi nyata dari keberdikarian itu,” ujarnya dalam Forum Pemimpin Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) kali kedua, Jumat (4/3/2016), di Bandung.

Acara bertema ‘Terobosan Inovatif, Jalan Utama Kita Mengembangkan EBTKE Nasional’ adalah forum koordinasi dan sinergi dua hari, Jumat hingga Sabtu, 4-5 Maret 2016, dan dihadiri 40-an pemangku kepentingan EBTKE Nasional.

“Dengan adanya EBT di kawasan yang relatif susah dijangkau PLN, pertama-tama setidaknya rakyat akan mendapat akses pada penerangan yang lebih baik, lebih merata,” ucap Sudirman.

Kegiatan belajar-mengajar bagi kader-kader bangsa, sambungnya, akan terbantu tanpa jeda; siang maupun malam. Ketersediaannya memengaruhi taraf kesehatan, karena semakin banyak alat-alat kesehatan modern yang membutuhkan dukungan tenaga listrik.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menambahkan, komitmen terhadap EBTKE harus terus disuarakan dan diarusutamakan.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mulai menggeser pandangan miopik ke pandangan yang lebih luas, berjangka panjang, berkesinambungan, dan berkeadilan, untuk semaksinal mungkin menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat,” tandasnya.

Tindak Lanjut

Terhitung sejak forum perdana Februari 2015, banyak hal telah dan tengah tercapai, antara lain penyusunan regulasi Dana Ketahanan Energi, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pemanfaatan Tidak Langsung Panas Bumi, serta RPP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi.

Selain itu, Pendampingan Energi Kerakyatan (PETA), pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) Sawit, menetapkan Bali sebagai provinsi percontohan energi bersih, penyusunan regulasi IPP Off-grid (Program Energi Terbarukan untuk Desa atau Petdes), penyusunan regulasi energy service company (Esco) sebagai model bisnis efisiensi energi, hingga kampanye masif pentingnya konservasi energi.

Sejumlah tantangan yang dihadapi adalah belum tercapainya komitmen nasional terkait EBTKE, dana investasi dalam jumlah besar yang masih dibutuhkan, tingginya harga teknologi EBT, hingga masih maraknya isu sosial terkait penolakan masyarakat.

Sementara tindak lanjut yang diambil dalam forum kali ini adalah finalisasi persiapan pembentukan Dana Ketahanan Energi dengan menyelesaikan Peraturan Pemerintah sebagai payung hukum, mekanisme pendanaan dan governance oleh Kementerian Keuangan, mekanisme alokasi dan pemanfaatan oleh Kementerian ESDM.

Terbuka pula peluang pendanaan dari sumber lain yang tidak mengikat, seperti lembaga-lembaga donor internasional.

Tindak lanjut kedua, finalisasi persiapan Program Indonesia Terang, yakni melistriki 12.659 desa atau 16 persen dari total jumlah desa se-Indonesia. PLN akan menugasi dua direktur regional yang mencakupi enam provinsi sebagai jawaban untuk mendekatkan PLN dengan persoalan masyarakat.

Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan berbeda yang tidak mungkin lagi dikelola secara tersentralisasi.

Kementerian ESDM segera membuka Kantor Satuan Tugas di Indonesia Timur serta menunjuk penanggung jawab minimal setingkat eselon II. Konsolidasi dengan pemerintah daerah dan investor akan terus dilakukan.

Tindak lanjut ketiga, PLN menyiapkan salah satu anak usahanya sebagai badan usaha khusus yang akan menjadi PLN EBT.

Keempat, Pertamina akan menyiapkan investasi pembangkit listrik tenaga surya 1.000 MW dalam 5 tahun ke depan.

Tindak lanjut kelima, sebesar 50 MW telah siap tanda tangan power purchase agreement (PPA) dengan PLN untuk Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok Tengah.

Keenam, Pertamina dan PLN, masing-masing berkomitmen untuk melakukan audit energi di SPBU dan pembangkit-pembangkit listrik tua, untuk kemudian menerapkan langkah-langkah konservasi energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *