Kenali Patroli Air Lebih Dekat, Menwa UGM Kunjungi Kanwil Bea Cukai Jakarta

Kunjungan Menwa UGM ke Kanwil DJBC Jakarta. (Foto: Humas UGM)
Kunjungan Menwa UGM ke Kanwil DJBC Jakarta. (Foto: Humas UGM)

Jakarta, MAROBS ** Sejumlah 22 mahasiswa anggota Satuan Resimen Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Menwa UGM) Yudha 8 berkunjung ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Jakarta. Mengenal patroli air menjadi salah satu tujuan kunjungan.

“Tujuan diadakannya kegiatan seperti ini agar kami, Bea Cukai, dapat memperlihatkan sarana balai pengujian identifikasi barang kantor pos dan patroli air kepada masyarakat, khususnya mahasiswa,” ujar Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Oentarto Wibowo, Sabtu (19/3/2016), dirilis Humas UGM.

Pihaknya membuka kesempatan kepada mahasiswa, terutama jurusan kimia/teknik kimia yang membutuhkan tempat magang.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan pihak Universitas Gadjah Mada,” tutur alumnus Menwa UGM Yudha 8 dari Fakultas Kehutanan ini.

Kunjungan ini dilakukan untuk memenuhi undangan Keluarga Alumni Resimen Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (KAMENWAGAMA) ke Jakarta, mengikuti Sosialisasi Tugas dan Fungsi Ditjen Bea Cukai serta Turnamen Tembak Presisi Pistol.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, mahasiswa juga melakukan kunjungan ke laboratorium Bea Cukai serta mengikuti patroli air bersama Ditjen Bea Cukai di Tanjung Priok.

Oentarto menyayangkan minat terhadap Menwa di Indonesia yang saat ini menurun, tidak terkecuali di UGM. Padahal, menurutnya, Menwa bisa memberikan hal baru yang belum tentu didapatkan di tempat lain.

Seperti diketahui, Satuan Resimen Mahasiswa (Menwa) yang didirikan sebagai respons terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri pada 1977 menjadi wadah mempersiapkan mahasiswa dalam menjalankan kewajiban pembelaan negara dalam pelaksanaan strategi pertahanan dan keamanan nasional, baik secara fisik maupun mental, melalui berbagai pelatihan yang diadakan.

Para anggotanya selama ini telah banyak menunjukkan peran dan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kemanusiaan serta respons tanggap bencana.

“Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minat mahasiswa terhadap resimen mahasiswa di berbagai universitas terlihat menurun,” ucap Oentarto.

Menwa, sambungnya, merupakah laboratorium kepemimpinan para mahasiswa yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin disiplin dan bertanggung jawab.

“Di Menwa saya mendapatkan ketahanan fisik, mental, keberanian, dan attitude. Menwa merupakan laboratorium kepemimpinan bagi yang ingin menjadi pemimpin. Dihormati bukan karena ditakuti, tetapi karena kemampuan yang dimiliki, sehingga mereka segan. Jadi, mahasiswa itu jangan jadi kupu-kupu mati, kuliah-pulang, kuliah-pulang, makan, tidur. Tapi jadilah mahasiswa yang aktif di kegiatan non-akademik,” papar Oentarto.

Pengalaman Baru

Bagi para mahasiswa, kunjungan ini menjadi sarana bagi mereka untuk memperoleh pengalaman dan lebih terlibat dalam kegiatan lapangan.

“Kunjungan kemarin memberikan kesan tersendiri bagi kami, yang biasanya dalam menembak, kita biasa menggunakan jenis senjata laras panjang, akan tetapi saat menembak kemarin, kami menggunakan pistol. Hal tersebut merupakan pengalaman yang baru bagi kami. Selain itu, bisa melihat laboratorium Bea Cukai dan merasakan patroli air. Pengalaman yang belum tentu datang sekali seumur hidup,” kata Kepala Urusan IV Khusus Menwa UGM, Dina Nur Oktaviana, Kamis (24/3/2016).

Mahasiswa Arkeologi UGM ini mengungkapkan, kunjungan itu memberi motivasi tersendiri bagi para anggota Menwa.

“Bertemu dengan orang-orang penting serta membagikan pengalaman-pengalaman luar biasa mereka hingga menduduki jabatan-jabatan penting yang tak terlepas dari usaha yang maksimal. Pengalaman tersebut menjadikan motivasi bagi kami untuk menggapai cita-cita yang kami inginkan. Membuat pecutan bagi kami. Kami bisa seperti mereka,” tandasnya.