Angkut 12.850 Ton Biji Gandum Australia, MV Twinluck Sandar Perdana di Pelabuhan Tanjung Intan

MV Twinluck sandar di Pelabuhan Tanjung Intan membawa gandum Australia. (Foto: Humas Pelindo III)
MV Twinluck sandar di Pelabuhan Tanjung Intan membawa gandum Australia. (Foto: Humas Pelindo III)

Cilacap, MAROBS ** Sebanyak 12.850 ton biji gandum asal Australia dibongkar di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/3/2016). Biji gandum merupakan bahan baku pembuatan tepung terigu dan digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mie, roti, dan pasta.

Biji gandum akan diolah menjadi tepung terigu ke seputar Jawa Tengah, meliputi Purwokerto, Solo, Yogyakarta, Banyumas, Tegal, Cirebon, Kuningan, Bandung, Klaten, serta sebagian kecil ke Jakarta dan Surabaya.

Ribuan ton biji gandum diangkut MV Twinluck, kapal berbendera Panama berberat 19.817 Gross Tonnage (GT) dan panjang (LoA) 175 meter, yang sandar perdana di Dermaga VI Pelabuhan Tanjung Intan.

Berbeda dari biasanya, alat yang digunakan untuk membongkar biji gandum tersebut menggunakan Super Tower (conveyor). Biji gandum langsung disedot menggunakan pipa yang dipasang pada palka kapal.

Palka kapal langsung terhubung dengan PT Panganmas Inti Persada sebagai pabrik pemasok biji gandum yang letaknya masih di dalam area Pelabuhan Tanjung Intan.

“Kegiatan bongkar muat biji gandum yang berlangsung sejak Jumat lalu tersebut membutuhkan waktu sampai dengan 3 hari sampai semua muatan selesai dibongkar dengan kinerja mencapai 4.283 ton per hari atau 153 ton per jam,” ujar Supervisor Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Intan, Umar Halil.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Intan, Fariz Hariyoso, mengungkapkan, selama Maret 2015, ada tiga kapal perdana yang akan sandar di Pelabuhan Tanjung Intan membawa muatan biji gandum.

“Setelah MV Twinluck yang baru selesai dibongkar pada Senin lalu (7/3/2016), hari ini, Selasa (8/3/2016) telah sandar MV Anemone dan rencana juga akan sandar MV Tamarita pada Selasa mendatang (15/3/2016). Ketiganya merupakan kapal perdana yang sandar di Pelabuhan Tanjung Intan dan bermuatan biji gandum,” ungkap Fariz.

Fariz menuturkan, bahwa sepanjang 2015, ada 5 kapal muat biji gandum yang masuk di Pelabuhan Tanjung Intan berjumlah muatan 128.597 ton.

“Sejauh ini, bongkar muat biji gandum memang belum menjadi komoditas utama. Saat ini, komoditas utama yang dibongkar di Pelabuhan Tanjung Intan masih didominasi oleh curah kering, yaitu batubara. Tercatat sepanjang tahun 2015, bongkar batubara di Pelabuhan Tanjung Intan sebanyak 853.384 ton,” ucapnya.

Impor Gandum Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor gandum pada Januari 2016 senilai US$443,4 juta atau meningkat tajam 86,35 persen.

Menurut Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO), permintaan impor gandum dalam negeri mengalami peningkatan. Pada 2014, Indonesia mengimpor lebih dari 7 juta ton gandum, sedangkan dari 29 pabrik penggilingan kapasitas ekspornya mencapai 10,3 juta ton.

Indonesia menduduki peringkat tiga besar dunia pengimpor gandum. Permintaan impor gandum mengikuti pertumbuhan GDP sekitar 6-7 persen. Dengan perhitungan konservatif, peningkatan akumulatifnya mencapai 5 persen per tahun.

Untuk menghasilkan 1 ton tepung terigu dibutuhkan impor gandum sebesar 7 juta ton. Penyerapan tepung terigu terbesar adalah produsen mie yang mencapai 55 persen, sedangkan produsen roti sebanyak 22 persen dan biskuit 18 persen.

Impor gandum mayoritas berasal dari Australia, Kanada, Amerika, Rusia, Ukraina, Kazakhstan, India, Pakistan, Brasil, dan Argentina.