Targetkan 10 Juta Wisatawan Tiongkok, Kemenpar Gandeng Perusahaan Mesin Pencari Tiongkok

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Launch Program & Workshop 'Indonesia to 10 Million China Travellers'. (Foto: Kementerian Pariwisata)
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Launch Program & Workshop ‘Indonesia to 10 Million China Travellers’. (Foto: Kementerian Pariwisata)

Jakarta, MAROBS ** Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok pada 2015 sebanyak 1,1 juta, atau tumbuh hampir 17 persen dibanding 2014. Pada 2016, ditargetkan 2 juta wisman Tiongkok berwisata ke Indonesia.

“Saya diberi target oleh Presiden RI di tahun 2019 harus ada 10 juta wisman Tiongkok yang ke Indonesia. Hal ini bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai, karena pasar wisman Tiongkok cukup besar, di mana ke Thailand sebesar 8 juta, dan ke Malaysia mencapai 3 juta,” ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (25/2/2016), dirilis Kementerian Pariwisata.

Kementerian Pariwisata sepakat bekerjasama dengan Baidu, perusahaan berbasis tekonologi informasi asal Tiongkok sebagai upaya mencapai target 10 juta wisatawan mancanegara asal Tiongkok pada 2019.

Baidu merupakan perusahaan mesin pencari nomor satu di Tiongkok dengan pangsa pasar lebih dari 85 persen, dan saat ini memiliki sekitar 700 juta pengguna di Tiongkok. Salah satu produknya, Baidu Travel, merupakan platform perjalanan nomor satu di Tiongkok. Sekitar 60 persen wisatawan Tiongkok menjadikan Baidu Travel sebagai salah satu referensi online.

Penandatanganan MoU dilakukan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana, mewakili Kementerian Pariwisata, dengan Managing Director Baidu Indonesia, Bao Jianlei, disaksikan Menteri Pariwisata.

“Kemitraan ini strategis, karena pasar Tiongkok adalah yang tertinggi di dunia. Jumlah outbound Tiongkok yang berwisata di dunia mencapai 120 juta pada 2015,” kata Menpar saat Konferensi Pers ‘Indonesia to 10 Million China Travellers’.

Ia menjelaskan, saat ini, 83 persen wisatawan merancang perjalanan via internet dan 70 persen destinasi para wisatawan dipengaruhi Platform Travel, sehingga penggunaan digital media dalam promosi juga 4 kali lipat lebih efektif dibandingkan media konvensional.

“Dunia sudah berubah, kustomer sudah berubah, maka cara kita berpromosi pun harus berubah. The more digital the more personal. Oleh sebab itu, anggaran promosi Kemenpar untuk digital media dibandingkan conventional media sama besarnya,” terangnya.

Untuk itu, sambungnya, promosi digital pada pasar Tiongkok strategis menggunakan Baidu sebagai search engine terbesar di Tiongkok. Sementara untuk pasar wisatawan lain, Kemenpar bekerja sama dengan Google, Trip Advisor, dan sebagainya.

Look, Book, Pay

Menteri Pariwisata menegaskan, Strategi promosi dengan Baidu harus mencakup LBP atau Look, Book, Pay.

“Look itu melihat wisatawan menuju destinasi yang mana, lalu Book dan Payment yang mempermudah proses pencarian informasi, pemesanan tiket, dan pembayaran. Strategi ini agar bisa merealisasikan AIDA (Awareness, Interest, Desires, dan Action) bagi para calon wisatawan. Untuk bisa melakukan LBP tersebut, search engine juga harus bekerja sama dengan Online Travel Agent,” paparnya.

Managing Director Baidu Indonesia, Bao Jianlei, mengatakan, generasi baru wisatawan Tiongkok kini semakin mandiri dalam berwisata dan mereka pun kian mengandalkan informasi-informasi berbasis internet.

“Kami sangat optimis kemitraan ini menciptakan sinergi positif dan kontributif, terutama dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, khususnya wisatawan Tiongkok,” ucap Bao.

Melalui kemitraan ini, Baidu juga akan berkontribusi dalam penyelenggaraan serangkaian lokakarya yang bertujuan mengedukasi para penyedia informasi dunia pariwisata Indonesia secara online, seperti biro perjalanan, pengelola destinasi wisata, dan penyedia layanan penginapan atau perhotelan.

Pemahaman Baidu yang tinggi terhadap perilaku wisatawan Tiongkok dalam mencari informasi-informasi wisata menarik, gaya penyampaian informasi seperti apa yang selama ini mereka minati, serta destinasi wisata apa saja yang dapat menarik perhatian mereka, akan disampaikan oleh Baidu di setiap penyelenggaraan lokakarya dan diharapkan akan menjadi referensi yang bermanfaat bagi penyedia informasi wisata Indonesia dalam menyampaikan ulasannya secara atraktif.

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *