Sukses Misi Perdana, Kita Morotai UGM Agendakan Misi Kedua

MENUJU BIBIR PASIFIK - Kita Morotai saat perjalanan menuju Pulau Morotai. (Foto: Kita Morotai)
MENUJU BIBIR PASIFIK – Kita Morotai saat perjalanan menuju Pulau Morotai. (Foto: Kita Morotai)

Yogyakarta, MAROBS ** Terbilang sukses pada misi pertama, Juli-Agustus 2015, program pemberdayaan masyarakat, Kita Morotai, hendak digelar untuk kedua kalinya, tahun ini. Terlebih, respons luar biasa masyarakat Morotai semakin menyemangati kehadiran tim di pulau yang terletak di bibir Samudera Pasifik tersebut.

“Rencananya, Kita Morotai hendak membangun Rumah Baca lagi. Kali ini di Desa Totodoku, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. Kira-kira kami butuh sekitar 200 buku edukasi untuk anak-anak,” ujar pegiat Kita Morotai, Achmad Denny Darmawan, Senin (22/2/2016), di Yogyakarta.

Ia memaparkan, KKN UGM Morotai 2015 dan Kita Morotai telah berhasil melaksanakan tugas pengabdian, terutama di bidang pendidikan, dengan melakukan pembangunan satu rumah baca di Desa Poporoco dan satu rumah baca di Desa Kolorai bagi anak-anak.

Kedua rumah baca tersebut kemudian difasilitasi dengan buku-buku donasi pribadi dari berbagai daerah di Indonesia dan donasi komunitas atau instansi yang bekerja sama dengan Kita Morotai.

“Tapi, capaian itu masih sangatlah minim. Masih sangat banyak anak-anak di pelosok Morotai yang tidak memiiki kesempatan untuk menikmati fasilitas pendidikan yang baik. Masih banyak desa-desa di pelosok Morotai yang  belum tersentuh oleh pendidikan,” kata Achmad.

Untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Morotai, sambungnya, Kita Morotai tidak dapat bergerak sendiri. Partisipasi aktif dan dukungan baik dari pemerintah, swasta, dan komunitas lain sangat dibutuhkan.

“Dengan kolaborasi dan kerja sama yang dilakukan, diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan pendidikan di Pulau Morotai. Dan hal yang paling utama, sebagai bentuk pembangunan dan pencerdasan kehidupan bangsa,” tutur Achmad.

Keberhasilan Kita Morotai dalam melaksanakan tugas pengabdian di Pulau Morotai, menurutnya, tidak lepas dari berbagai dukungan berbagai pihak.

Pihak-pihak yang mendukung Kita Morotai, di antaranya PT Jababeka Morotai, TNI Angkatan Laut Morotai, Komunitas Selam DiveMorotai, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Morotai, Badan Pengelola Perbatasan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup Morotai, dan BPJS Morotai.

Respons Luar Biasa

Manajer PT Jababeka Morotai, Yunizar, mengapresiasi Kita Morotai dan berharap untuk berlanjut ke masa-masa selanjutnya.

“Kami di Morotai sangat membutuhkan pejuang-pejuang muda. Lanjutkan perjuangan untuk merangkai ribuan butir mutiara agar dapat mengalungi bibir pasifik, menanam ribuan butir benih agar dapat menghijaukan bumi Morotai,” ucapnya.

PT Jababeka Morotai berkontribusi  material serta dukungan koordinasi dengan berbagai badan dan instansi, serta memberikan dampak sangat besar, sehingga kegiatan dapat lebih terarah.

Komandan Pangkalan TNI AL Morotai, Letkol Laut Pelaut Muhammad Iwan Kusumah, mengatakan, Kita Morotai dapat berkesinambungan serta mampu membimbing masyarakat desa membuat karya teknologi terapan yang bisa dimanfaatkan dan dibuat oleh masyarakat Morotai.

“Saya melihat pemuda-pemudi terpelajar yang mau pergi jauh meninggalkan kehidupannya di Pulau Jawa untuk memberikan karya nyata di ujung negeri. Sumbangsih berupa pemikiran, tenaga dan terutama ilmu pengetahuan, serta solusi-solusi bagi pemasalahan kehidupan masyarakat kita di Morotai,” kata Iwan.

Pangkalan TNI AL Morotai memberikan dukungan berupa koordinasi program kelautan dan transportasi, hingga memperlancar kegiatan yang dilakukan.

Komunitas DiveMorotai, komunitas selam di Morotai, juga berkontribusi besar. Bantuan pengambilan gambar dan video kegiatan serta keindahan alam Morotai menghasilkan sebuah video promosi pariwisata berjudul ‘Mencium Mutiara di Bibir Pasifik’ dan Jurnal Pariwisata Morotai berisi destinasi pariwisata Morotai.