Fiona Sari Utami Jabat ACS Humas Pelindo I Gantikan Muhammad Eriansyah

PENYEGARAN - Pelantikan sejumlah pejabat baru Pelindo I, Kamis (11/22016), di Kantor Pusat Pelindo I Medan. (Foto: Humas Pelindo I)
PENYEGARAN – Pelantikan sejumlah pejabat baru Pelindo I, Kamis (11/22016), di Kantor Pusat Pelindo I Medan. (Foto: Humas Pelindo I)

Medan, MAROBS ** Sebagai bagian strategi perusahaan untuk pengembangan organisasi dan peningkatan daya saing perusahaan di tengah persaingan saat ini, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I melakukan penyegaran di jajaran internalnya, melalui pelantikan sejumlah pejabat baru, Kamis (11/22016) di Kantor Pusat Pelindo I Medan.

Posisi ACS Humas Pelindo I kini dipercayakan kepada Fiona Sari Utami, sementara pejabat sebelumnya, Muhammad Eriansyah dipromosikan sebagai Corporate Secretary.

Selain Corporate Secretary dan Humas, setidaknya terdapat beberapa posisi strategis lain yang diisi pejabat baru. Posisi tersebut yakni GM Tanjung Balai Asahan yang sebelumnya dijabat Syahri Rahmadana digantikan Joni Sitompul; GM Tanjung Balai Karimun, sebelumnya dijabat Syamsul Bahri Kautjil, digantikan Syahri Rahmadana; dan PMO Pengembangan Pelabuhan Dumai, dijabat oleh Sandhy Wijaya.

“Rotasi SDM dalam sebuah organisasi adalah hal yang wajar. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses target korporasi dan menyesuaikan dengan kondisi global yang cepat berubah,” ujar Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana.

Sebagai perusahaan pelabuhan yang merupakan pintu gerbang perekonomian bangsa, sambungnya, Pelindo I harus memiliki SDM-SDM yang tangguh dalam mengemban amanah dan mampu proaktif dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan.

“Penyegaran di awal tahun ini membuat Pelindo I semakin optimis untuk meraih target-target perusahaan yang sudah diikrarkan pada Rapat Dinas 2016 Januari lalu. Hal ini seiring dengan komitmen manajemen dalam melakukan strategi bisnis yang tepat, penguatan SDM, dan tantangan-tantangan baru yang harus dihadapi selama 2016,” papar Bambang.

Benteng Selat Malaka

Pelindo I dapat disebut sebagai Benteng Selat Malaka karena mengelola jasa kepelabuhanan di Kawasan Barat Indonesia. Berkantor pusat di Medan, Pelindo I memiliki wilayah operasi di 4 provinsi, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan, dan Riau Kepulauan.

Selain itu, mengelola 14 cabang pelabuhan, 11 kawasan pelabuhan/perwakilan, dan 4 unit usaha, yaitu BICT (Belawan International Container Terminal), UGK (Unit Usaha Galangan Kapal), RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan Medan), dan Terminal Petikemas Domestik Belawan (TPKDB).

Pelindo I memiliki 5 Anak Perusahaan, yaitu PT Terminal Petikemas Indonesia (TPI), PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dan PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK).

Pelayanan Pelindo I meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya. Pelindo I berlokasi strategis di Selat Malaka yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia.

Saat ini, Pelindo I tengah mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan Hub Port Kawasan Barat Indonesia, serta mempunyai pintu utama ekspor CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui Pelabuhan Belawan dan Dumai.