Agen Perubahan, KKN UNDIP Berdayakan Potensi Perikanan Budidaya Rawa Pening

Tim KKN UNDIP untuk Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang tengah berkunjung ke tokoh masyarakat. (Foto: Hendra Wiguna)
Tim KKN UNDIP untuk Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang tengah berkunjung ke tokoh masyarakat. (Foto: Hendra Wiguna)

Semarang, MAROBS ** Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN UNDIP) mengupayakan pemberdayaan potensi perikanan budidaya di sekitar Rawa Pening. Selain meneguhkan semangat kebaharian, mahasiswa kini dapat menerjemahkan makna agen perubahan sebagai dukungan kepada Poros Maritim Dunia.

“KKN UNDIP periode tahun ini bisa dibilang sebagai upaya mewujudkan visi Poros Maritim Dunia. Hal tersebut berdasarkan lokasi-lokasi KKN yang kebanyakan berada di sekitar wilayah perairan, baik Pantai Utara Jawa (Pantura), rawa, maupun sungai,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan untuk Kecamatan Tuntang, Suryanti, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, telah menjadi keharusan bagi perguruan tinggi untuk menjalankan program-program yang bersifat mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah, baik mengkritisi maupun memberikan sebuah aksi nyata sebagai bagian dari solusi pembangunan.

“Dalam pemilihan lokasi KKN tahun ini, yang menjadi bahan pertimbangan pertama adalah perihal lokasi. Seperti halnya Kecamatan Tuntang yang berdekatan dengan Rawa Pening. Sebagai salah satu ikon Kabupaten Semarang, besar harapannya dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya,” terang Suryanti.

Mahasiswa KKN UNDIP diharapkan mampu memberikan pendampingan kepada masyarakat, terutama memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Mahasiswa KKN UNDIP Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang berupaya melakukan pendampingan kepada masyarakat Desa Kesongo dengan membuat inovasi olahan lele menjadi abon. Selin itu, Desa Candirejo dengan membuat bakso ikan dan nugget lele. Sementara centhol ikan dibuat di Desa Rowosari,” jelasnya.

Ia berharap, ke depan dapat diteruskan dengan dukungan pihak pemerintah, semisal alokasi dana desa untuk pemberdayaan desa.

Agen Perubahan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, berharap, KKN UNDIP yang dilaksanakan 18 Januari-24 Februari 2016 (35 hari), dapat benar-benar menjadikan mahasiswa sebagai agent of change

“Saya berharap, para mahasiswa mampu mendampingi masyarakat, terutama dalam masalah UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Masalah kemiskinan masih menjadi momok pembangunan di Kabupaten Semarang,” kata Gunawan ketika memberi sambutan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran.

Hampir setiap daerah, lanjutnya, memiliki UMKM. Meski demikian, angka kemiskinan di Jawa Tengah masih sebesar 13 persen.

Pada kesempatan sama, perwakilan UNDIP, Tri Winarni Agustini, memaparkan, tahun 2016, TIM I KKN UNDIP menerjunkan 3976 mahasiswa yang terbagi menjadi 10-13 mahasiswa untuk tiap desa. Lokasi KKN Periode 2016 tersebar di 31 kecamatan.

Mahasiswa didampingi oleh 93 dosen KKN dan 7 dosen koordinator kabupaten, mencakup 7 kabupaten yaitu Magelang, Temanggung, Semarang, Kudus, Jepara, Pati, dan Pemalang.

Sebanyak 647 mahasiswa peserta KKN dari 9 fakultas diturunkan di 5 kecamatan di Kabupaten Semarang, yakni 10 desa di Kecamatan Tuntang, 9 desa di Bandungan, 12 desa di Sumowono, 13 desa di Getasan dan 16 desa di Bringin.