Bintang Laut Miliki Kandungan Senyawa untuk Keseimbangan Sistem Imun

Seorang perempuan tengah memperhatikan bintang laut di Pulau Pasir, Belitung. (Foto: singkongkejuyummy.wordpress.com)
Seorang perempuan tengah memperhatikan bintang laut di Pulau Pasir, Belitung. (Foto: singkongkejuyummy.wordpress.com)

Yogyakarta, MAROBS ** Siapa sangka, dalam tubuh bintang laut (acanthaster planci), terdapat senyawa imunomodulator yang dapat mempertahankan dan mengembalikan keseimbangan sistem imun, sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai agen yang dapat digunakan dalam mengatasi masuknya mikroorganisme penyebab infeksi.

“Pemanfaatan organisme ini sangat penting, baik untuk pelestarian terumbu karang, maupun untuk manfaat kesehatan,” ujar M. Janib Achmad, saat ujian Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), beberapa waktu lalu, dirilis Humas UGM.

Ia menjelaskan, bintang laut merupakan organisme di daerah terumbu karang yang keberadaannya sangat penting untuk menjaga keseimbangan populasi karang. Namun, jumlah populasinya yang terlampau besar dapat menyebabkan kerusakan pada terumbu karang, karena koral menjadi makanan utama organisme ini.

“Karena itu, perlu dilakukan kontrol penanggulangan yang efektif untuk peledakan populasi acanthaster planci. Namun, biaya untuk menanggulangi populasinya cukup besar,” tutur Janib.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan, sambungnya, ialah dengan memberikan nilai tambah secara ekonomis dari bintang laut, sehingga biaya kontrolnya dapat diminimalkan. Peningkatan nilai tambah yang dapat dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan bioaktif yang dikandung oleh bintang laut.

M. Janib Achmad. (Foto: Humas UGM)
M. Janib Achmad. (Foto: Humas UGM)

Dalam disertasi berjudul ‘Isolasi dan Karakterisasi Struktur Kimia Senyawa Imunomodulator dari Bintang Laut (Acanthaster planci)’, Janib meneliti peranan senyawa aktif yang bertanggung jawab sebagai imunomodulator dari Acanthaster planci.

Ia mengungkapkan, salah satu senyawa metabolit sekunder dari acanthaster planci memiliki potensi penting dalam bidang kesehatan dan farmakologi.

“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi dalam pemanfaatan sumberdaya kelautan sebagai potensi ekonomi yang dapat diaplikasikan dalam bidang kesehatan dan akuakultur,” pungkasnya.

Marine Natural Products

Belakangan, UGM memang gencar membawa misi besar fasilitasi tukar pengalaman, transfer teknologi, serta mendorong penelitian dan kolaborasi mengenai marine natural products (bahan alam dari laut). Berbagai kegiatan dilakukan untuk mengembangkan sumberdaya alam dari laut Indonesia dan menyiapkan sumberdaya manusia yang kompeten mengelola sumberdaya tersebut.

Hal ini selaras dengan keadaan Indonesia sebagai negara dengan megabiodiversitas, yang nilai kekayaannya tidak hanya berhenti pada ragam organisme, namun juga senyawa di dalamnya.

Mengingat duapertiga bagian Indonesia adalah laut, organisme laut di Indonesia begitu beragam dan memiliki potensi tinggi, yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan manusia, agrikultur, maupun akuakultur sebagai antibakteri, antioksidan, antijamur, antiviral, dan lainnya.

Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM bahkan mengembangkan bioprospekting laut, yakni kegiatan eksplorasi dan eksploitasi biodiversitas biota laut untuk memperoleh bahan obat, makanan, kosmetik, agrokimia dan aplikasi industri lainnya. Isolasi, purifikasi, dan determinasi senyawa bioaktif merupakan pekerjaan rutin dalam bioprospekting.

Biota laut seperti spons, koral, rumput laut, dan hewan lunak merupakan sumber yang kaya senyawa bioaktif dengan aktivitas sebagai anti-kanker, anti-tumor, anti-depresan, anti-inflamatori, immunomodulatory, dan antibiotik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *